MENJADI TAMU DI ISTANA

Staf biro Kesekretariatan Negara meletakkan undangan yang sudah siap didistribusikan di Kantor Kesekretariatan Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Salah satu folder undangan yang berada di Kantor Kesekretariatan Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Staf biro Kesekretariatan Negara mempersiapkan undangan untuk warga umum agar masyarakat dapat menghadiri upacara penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus, di Kantor Kesekretariatan Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Warga menunggu giliran untuk menerima undangan agar dapat hadir dalam upacara penaikan dan penurunan bendera di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Warga melihat dengan seksama undangan yang ia terima untuk menghadiri peringatan HUT RI di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Warga mengantre di meja penerima tamu saat akan mengambil undangan untuk menghadiri peringatan HUT RI di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Warga Warga melintasi petunjuk lokasi tempat duduk para undangan dalam peringatan HUT ke-72 RI di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Kursi-kursi undangan untuk birokrat diberi label dalam peringatan HUT ke-72 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Warga yang diundang ditempatkan di bawah tenda dalam peringatan HUT ke-72 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Joko Widodo (dalam layar) menghampiri warga yang menjadi para undangan dalam peringatan HUT ke-72 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Orang Baduy (kanan) yang juga hadir sebagai undangan difoto dengan latar mobil dinas presiden usai peringatan HUT ke-72 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta
Berbeda dengan hari-hari biasa, hari itu Kompleks Istana Kepresidenan Republik Indonesia akan dihadiri ribuan masyarakat umum. Hari tersebut jatuh pada tanggal 17 Agustus, yang merupakan hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada hari inilah, warga biasa dapat menjadi tamu di Istana.

Setiap tahun sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pihak istana mengumumkan kepada masyarakat bahwa warga umum kini dapat menghadiri upacara penaikan Bendera Merah Putih pada pagi hari dan penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari di halaman Istana Merdeka. Untuk mengikuti upacara tersebut, warga mengajukan permohonan undangan sebulan sebelum tanggal 17 Agustus.

Baca SemuaPermohonan undangan tersebut kemudian diseleksi oleh para staf Sekretariat Negara. Setelah proses seleksi, pihak Istana menyebarkan sekitar 15.000 undangan, baik untuk pejabat negara, tamu dari negara sahabat hingga masyarakat umum. Sebanyak 80 persen undangan ditujukan bagi masyarakat umum dan 20 persen ditujukan bagi pejabat negara, tamu dari negara sahabat, dan orang-orang yang berkaitan dengan birokrasi.

Setelah permohonan undangan disetujui, tiga hari sebelum hari kemerdekaan RI tersebut, warga harus mengambil undangan di Sekretariat Negara. Demi mengikuti secara langsung pembacaan detik-detik proklamasi, warga harus melewati pengamanan pasukan pengamanan presiden, warga bahkan rela mengantre sejak pagi untuk mengambil undangan.

Pada hari yang ditunggu-tunggu, masyarakat umum akhirnya dapat menyaksikan secara langsung para paskibraka mengerek duplikat Bendera Pusaka Merah Putih. Hal lain yang berbeda dengan era-era presiden di masa lalu, presiden bahkan menyambangi para tamu undangan, bersalaman dengan warga, dan kalau beruntung warga dapat melakukan swafoto bersama presiden sebelum upacara berlangsung.

Usai semua kekhidmatan upacara penaikan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih, pembacaan detik-detik proklamasi, dan kesyahduan mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan itu, maka para undangan yang sebagian besar masyarakat umum tak lupa mengabadikan kedatangan mereka yang hanya setahun sekali atau bahkan mungkin cuma sekali seumur hidup ke Istana.

Foto dan Teks: Rosa Panggabean

Ringkas
Copyright © 2017 ANTARA Foto Hak Siar Dilindungi UU Terms of Use